Kamis, 20 November 2014

Janganlah sepi yang hadir

Ketika sinar rembulan pucat,
Sosok rindu tanpa sayap terbang ke langit malam.

Gelap mata gelap hati membuat ia lupa di mana tempat bersinggah,gelap malam menghapuskan arah dan tujuan.

Sementara dingin sunyi menjadi saksi jiwa-jiwa yang mengigil,terperosok ke jurang malam.

Dalam..sedalam hatimu,
Debur ombak dipantai barat menghatam jiwaku,
Tapi tak mampu goyahkan sepi,
Sapaan angin menyusupi pori-pori, merontokkan tulang..
Tapi tak mampu runtuhkan sunyi.

Sepi hening..sunyi dalam kebisuan.
Di situ aku terdampar sendiri... sendiri menapaki ke rinduan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar