Melatiku

Kepedihan dan penyesalan telah membelenggu bibir,
dari tawa dan senyumku tak seseorangpun yg memilikinya lagi.

Aku telah mempersembahkannya hanya untukmu kasih, tapi kini kau telah pergi.

biarlah... biarlah kulukiskan setangkai melati kering di balik photomu. agar kau selalu ingat selarik senja yg telah mempertemukan kita, dan senja itu pula yg telah mematahkan tangkaimu.
walaupun tangkaimu patah, tapi aku masih mengharapkan harummu.

OH... melatiku...
kirimkanlah harummu lewat angin yg berhembus

0 Response to "Melatiku"

Posting Komentar