Kumpulan Pantun

Burung pipit terbang sekawan,
Hinggap diranting pohon cemara.
Anak perawan memang menawan,
Tapi seorang janda lebih menggoda.


Buah manggis isinya manis,
Dilelang orang di pasar lama.
Senyum adik sungguh manis,
Tapi sayang adik sudah berpunya.


Sumur keruh pancur keruh,
Sama-sama mandi ke hutan.
Kanda jauh dinda jauh,
Rindu di badan sama di tanggungkan.


Mencari uang pembeli makan,
Makan kenyang enak rasanya.
Kemanakah cinta ini di labuhkan,
Orang di sayang sudah berpunya.


Ambil air pakai timba,
Air di pakai mencuci kain.
Bagaimana hati takkan iba,
Adik lebih memilih orang lain.


Buah mangis di atas meja,
Di bawa orang dari negeri seberang.
Sungguh manis cinta kasih di SMA,
Tamat SMA di ambil orang.


Tirai emas benang sutra,
Cincin perak berpermata.
Besok adik naik singgasana,
Aku rela dengan hati iba.


Ramai orang di pasar pariaman,
Berdebur ombak pantai deras.
Janganlah adik takut bersuami preman,
Preman juga mampu membeli beras.


Dari pada minum susu,
Lebih baik minum air tebu.
Kalau adik rindu ingin bertemu,
Kirimkanlah salam ke angin lalu.


Daun serai daun pandan,
Di tanam orang tengah halaman.
Biar bercerai nyawa dari badan,
Cintaku tetap akan kupertahankan.
tanam sagu di dekat batu,
pecah batu di timpa palu.
janganlah ragu dengan diriku,
cinta matiku hanya padamu.


burung cendrawasih berkicau merdu,
badan menari di atas bambu.
percayalah kasih kepada diriku,
cintaku murni hanya untukmu.


Ada musang nginjak paku,
Bikin gorengan pakai terigu.
Kalau kamu memang cinta padaku,
Tunggulah aku di bawah pohon jambu.


Kelapa muda kupas-kupasin
Kelapa tua tinggal batoknya.
Waktu muda puas-puasin,
Sudah tau tinggal bongkoknya.


Resahlah abang di padang buta,
Usaplah duri di tubuh renta.
Usahlah sayang berpantang kata,
Siapkanlah diri dinda ku pinta.


kuto parepare kaline banjir,
nang malang klambi ijo.
jo suwesuwe olehe mikir,
ndang dilamar dadi bojo.


Janganlah bermenung sedih menderu,
Rangkailah kata salam di kirim.
Marilah bergabung di pantun melayu,
Perkuat ikatan bersilaturahim.


Biarlah pandan aku tinggalkan,
Pandan aku tinggal di tepi sawah.
Biarlah badan kita saling berjauhan,
Asalkan di hati tak pernah berubah.


Ono yuyu keblekan watu,
Watune belah dadi pitu.
Pancen slira sing paling ayu,
Tambah ayu nek dadi pacarku.


Jampi-jampi sudah di bacakan,
Untuk ritual sudah tersedia.
Janji-janji sudah aku lupakan,
Karena kamu bahagia dengan dia.


Jalanan becek harus hati-hati,
Biar kuat minumlah jamu.
Denyut nadiku berhenti,
Saat melihat senyummu.


Pokok selasih bunga kasturi,
Elok mayang tampak berseri.
Sentuhan kasih menambat diri,
Padamu sayang sepanjang hari.


Main kelereng di atas genteng,
Sambil bernyanyi lagunya noah.
Si eneng sudah dandan mentereng,
Tapi sayang giginya ompong di tengah.


Baju loreng milik tentara,
Pangkat merah penanda tamtama.
Hidup di dunia hanya sementara,
Ingat akhirat tujuan utama.

0 Response to "Kumpulan Pantun"

Posting Komentar